h1

STAN dan KONOTASI NEGATIF

Agustus 12, 2007

Entah, kenapa STAN [ Sekolah Tinggi Akuntansi Negara ], oleh teman-teman saya dianggap sebagai suatu jalan pasti menuju kemakmuran,

Omar1 : “Masuk STAN tuh dijamin kaya, bro.. ”
Omar2 : “ Jis! Duit haram wungkul nu aing dahar mun asup STAN, komo mun asup pajak jeung bea cukai, koruptor wungkul !” [ Ah! Uang haram aja yang saya makan kalo masuk STAN, apalagi pajak sama bea cukai, koruptor doang isinya! ]

Udah gak heran kalo ada orang baru kerja [ lulusan STAN ], udah bisa beli mobil mewah keluaran terbaru, malah membelikan juga orang tuanya rumah. Saya di sini tidak ingin menjelek-jelekkan ataupun membela pihak manapun. Namun, kesan STAN yang saya tangkap hingga kini hanyalah urusan korupsi, korupsi, korupsi..
Ini salah satu contohnya : sini

There are only two options for tax office officials: you either join the club of corruptors and get rich, or you stay honest and spend your entire career as a clerk in the tax office’s library

Modernisasi pajak pun diolok-olok, dinilai hanya sebagai ucapan tanpa bukti belaka.. Digaji tinggi pun, godaan masih tetap muncul.. ( sini )
Mas Anjar Priandoyo pun menyarankan seorang anak SMA untuk masuk STAN ( sini )..
Apa bener semua lulusan STAN tuh moralnya bobrok semua, pasti enggak lah jawabannya. Orang-orang yang mengotori isi perutnya dengan uang-uang haram itu hanyalah OKNUM, yang hanya memikirkan diri sendiri. Selain itu, siapa bilang semua petugas pajak kaya-kaya?? Coba baca ini. Entah juga ya, dari sudut pandang saya yang masih tumpul sebagai remaja, saya sendiri terheran-heran, kenapa orang-orang yang ada di DPR sana [ yang mengatur penggunaan pajak ( gak semua ) ], kayak ada di dunia yang beda dengan rakyatnya, udah tau korupsi merajalela [ Mungkin cari buktinya susah kali ], kok bisanya santai-santai ampe ketiduran di kantor. Semua Abdi Rakyat itu [ DPR maupun lulusan STAN ] dipilih dan dibayarin, bukan untuk mereka sendiri! Tapi untuk mengabdi ke Negara dan rakyat.

Coba liat sebuah tulisan STAN dalam kacamata seorang mahasiswa.

Bisa gila! Berhenti deh menjelek-jelekkan nama orang/pihak lain, semuanya harus kita mulai dari diri sendiri, baru ubah lingkungan kita. Gak usah pikirin si ini gitu atau gini, kalo berarti kalo dia masuk STAN pasti jadi koruptor. Kita sebagai rakyat harus mengawasi penggunaan pajak. Kalo gak bener, laporin aja!
Itu juga kalo nyampe laporannya ke dunia sana…

tapi yang paling penting, sih jangan saling mencela… Negeri ini nda butuh pencela…

52 komentar

  1. Saya sih selalu memandang sesuai fakta yang ada dan selalu menomorduakan pendapat orang.

    Kita lihat saja sekarang begitu mudahnya “memutihkan” Harley. Cukup dengan 50 juta, maka Harley-pun sudah bisa diangkut dari pelabuhan. Lalu kita juga bisa lihat berbagai barang2 hasil selundupan lainnya yg kebanyakan barang2 mewah begitu mudah masuk Indonesia. Bukankah ini akan membangun image buruk pada bea-cukai Indonesia??? Lalu apakah salah kalau masyarakat menarik kesimpulan seperti di atas????

    Dalam menyikapi pendapat umum, kita sebaiknya jangan menyalahkan masyarakat. Tapi lihatlah dahulu kenapa masyarakat berfikir demikian. Begitulah cara menghadapi publik.

    Yuk ah, kita belajar bersama-sama di kandang gajah Ganesha yang bau rumus…. :D


  2. Selamat datang di dunia nyata :) , urusan cela mencela kita memang paling jago mas, ga hanya stan aja kok, di swasta, disegala bidang, topik agama, topik sosial pasti ada unsur cela mencelanya.


  3. Karena nila setitik, rusak susu sebelanga!


  4. Pertama saya mau koreksi dikit, setahu saya kepanjangan dari STAN belum berubah dari awal berdiri masih Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Jadi A-nya bukan administrasi.

    Kedua terima kasih untuk bersikap netral dalam menanggapi konotasi negatif alumni STAN. Saya sendiri alumni STAN spes Akuntansi yang masuk ke Direktorat Jenderal Perbendaharaan. Saya tidak menyangkal dengan apa yang mungkin di departemen saya, tapi perlu diingat bahwa Depkeu bukan hanya berisi lulusan STAN saja, masih ada lulusan dari sekolah lain, walau mungkin secara dominan diisi lulusan STAN. Jadi kalau ada penyimpangan belum tentu dilakukan oleh alumni STAN saja.

    Kemudian setahu saya masih banyak kok teman-teman saya yang masih tetap berusaha untuk hidup bersih baik di Pajak, Bea Cukai, Perbendaharaan ,dll. Mengenai modernisasi di kantor pajak, kemudian pola kantor pelayanan utama di bea cukai, serta KPPN percontohan saya rasa itu juga salah satu usaha di Depkeu untuk mengurangi penyimpangan yang terjadi. Bu menteri sendiri saat ini sangat tegas terhadap reformasi birokrasi di depkeu.

    Demikian tanggapan dari saya, Mohon maaf kalau agak panjang tanggapannya.


  5. Oh, maaf. Terima kasih atas ralatnya..
    Saya punya seorang teman [ menuju STAN ] yang ingin mengubah citra pemerintah di mata masyarakat. Bukan hanya STAN, ataupun depkeu.
    Sangatlah sulit tentunya untuk memberantas korupsi, namun saya percaya, pasti kita semua mampu untuk memajukan bangsa ini, yang pastinya harus dimulai dari diri kita sendiri.


  6. @semuanya: ribut-ribut tentang ini itu, gak penting! kenapa enggak sama-sama dari diri sendiri memperbaiki bangsa?

    Namun, kesan STAN yang saya tangkap hingga kini hanyalah urusan korupsi, korupsi, korupsi..

    Bung, jangan cuma sekedar menulis

    tapi yang paling penting, sih jangan saling mencela… Negeri ini nda butuh pencela…

    tanpa mengerti artinya. Kamu masih sangat muda, menulis meman baik, tapi lebih baik lagi jika kamu bisa berbuat lebih. Jangan sekali-kali men-generalisir bung!

    Saya lulusan dan sekarag bekerja di STAN, tapi saya juga sebagai peserta Codefest di ITB kemarin! Berbuatlah yang nyata, jangan selalu berutopia.

    Saya punya tulisan buat kamu. Semoga bisa mencerahkan


  7. Saya di sini tidak ingin menjelek-jelekkan ataupun membela pihak manapun

    Saya sama sekali tidak menggeneralisasikan suatu golongan..
    Iya, memang saya masih muda, bodoh, karena itulah saya belajar dan bernama MAHASISWA [ini juga belum resmi]. Yang saya bisa lakukan hanyalah yang saya bisa lakukan saat ini, yaitu menulis pemikiran saya. Terima kasih atas sarannya..


  8. pada apung, coba baca seluruh textnya, jangan sebagian saja. Mas Atmo sama sekali tidak menjelek-jelekkan siapapun.


  9. @atmo: tenang mo, itu hanya pemanasan aja.. hehhe… saya salut sama kamu yang sudah mulai berani menjadi mahasiswa. Jadilah mahasiswa sesungguhnya. Belajar, berjuang, dan berkarya. Jangan lupa dengan “lagu kebangsaan” mahasiswa, Katakan Hitam adalah Hitam, Katakan Putih adalah Putih. Nah, hitam putih itu biasanya ditafsirkan secara subyektif. Mari sama-sama dari hal-hal kecil mengubah bangsa dan negara ini. Salam buat teman2 di ITB yah (kebanyakan kaka kelasmu, Rika, Brahmasta, dll). Saat ini saya juga kembali menjadi mahasiswa. Dan sepertinya sudah menjadi komitmen saya untuk terus berkutat di seputar dunia kemahasiswaan. Salam


  10. oh iyah, siapa temanmu itu mo? kalo emang mau, temanmu bisa diskusi bareng aku. Sama-sama ngebahas tentang perbaikan yang diharapkan bersama


  11. whatever 4everything…

    STAN is good 4 me


  12. Haha, kan belum keluar mas, pengumuman STAN-nya. Nanti kalau udah keluar ta’ kabari deh..


  13. oh.. temenmu baru daftar taun ini yah??
    oke deh.. selamat berkarya..


  14. thanks.


  15. Setuju!
    Jadi koruptor atau enggak, itu tergantung orangnya sendiri.


  16. Orang-orang yang mengotori isi perutnya dengan uang-uang haram itu hanyalah OKNUM, yang hanya memikirkan diri sendiri.

    Karena sekantor lebih banyak “OKNUM”-nya, maka justru yang jujurlah yang disebut “OKNUM.”

    { ** Hihihi… kabur lagi… ** }


  17. nggak juga ah,…STAN tuh sekolah yang kueren bangets dehch cuma orang2 iri aja yang bisa ngomong kalo STAN tuch isinya uang haram ma koruptor !!!!!!!!


  18. Bener2… Saya setuju banget sama mas areya, kenapa gak masuk STAN aja terus benerin tetek bengeknya, daripada bicara aja…


  19. Masalah Korupsi sih itu balik ke diri masing2… tergantung awal niatnya dia masuk STAN tuh apa, kita ga bijak klo main kasih persepsi gtu aja… lgian masih banyak kan orang yang baik jadi kuatin iman aja deh…


  20. wuaah gw lagi nunggu pengumuman stan ne!! 30 Agustus 2007.. gw dah 3 kali ikutan tes… ini yang terakhir, sebenernya gw ga mau ikut lagi,,, tapi bonyok gw NGAREP ABIESS supaya gw masuk stan…. SETUJU BGT dengan opini lo…. kan dilema, mau kaya tapi harus haram… tapi sekalinya miskin, miskin bgt bo…. tapi ngiler juga se kalo BMW bisa gw beli di usia yang muda…. MAUUUU…. doakan aku biar lulus ya!!!hweeee


  21. Tidak semua seperti itu.Dulu saya juga sempat berfikir seperti…akhirnya ketemu suami alumni STAN, ternyata hanya oknum aja yang mau berbuat seperti itu. Harus kuat iman, agar ga ikut terperosok.


  22. masalah korupsi jangan dikaitkan dengan ‘alumni STAN’ saja. oknum yang korupsi blm tentu alumni STAN. masih banyak alumni universitas lain. Korupsi itu cuma bisa dihadapi dengan 2 cara, “ikut” dan karir selamat atau “tidak” tapi disingkirkan.


  23. kita sebaiknya jangan menyudutkan mahasiswa STAN sebagai caon koruptor. Stigma STAN sebagai kampus para koruptor biasanya dikobarkan oleh pihak yang bercita2 masuk stan tapi gak pernah bisa masuk.


  24. iya, kayaknya tes STAN susah juga deh, banyak temenku yang gak masuk..
    saya enggak tau gimana sulitnya..


  25. Ya saya setuju bahwa mana ada orang didunia ini benar2 jujur, saya juga berpendapat stan itu awal / benih pencetak koruptor


  26. kalau masalah dapat uang halal haram tuh dalam segala bidang kehidupan bisa terjadi . guru aja korupsi kok . korupsi waktu .


  27. ah,cuma orang2 yang iri ja yang cma bisa jelek2in STAN,egk smua lulusan STAN kaya gt!bagiku STAN yang terhebat,tau ga rasio kmrn yang daftar STAN ma yang diterima?yang daftar lebih dari 125.000 orang, yang di terima ga ada 1200, betapa hebatnya orang yang lulus itu, nyisihin berapa orang!makanya jangan cm bisa ngmong….!


  28. buat anak STAN:

    Aku dulu daftar STAN tahun 99, dari SMAku yang keterima 40 orang. Yang daftar ulang cuma sekitar 20-an (termasuk aku), dan yang kuliah disono akhirnya cuma 6 orang.

    Dulu daftar juga karena ‘menyenangkan hati orang tua’ yang melihat anak teman2nya baru lulus 2-3 tahun sudah beli mobil, dan bikin rumah. Aku karena iman lemah dan ‘takut maksiat’ akhirnya milih ke ITB.

    Jadi kalau nggak pengin orang menggeneralisasi kaum-mu, jangan menggeneralisasi orang lain dong.


  29. Memang ada alumni STAN yang kaya. Tapi harap didingat, mereka dalam posisi anak buah. Yang dapat bagian besar mah yang di atasnya. Ada kepala seksinya, ada kepala kantornya, ada kepala kanwilnya. Dan mereka sebagian besar adalah lulusan-lulusan PT umum.
    Saya bisa membuktikan itu karena saya alumni STAN dan kerja di pajak.
    So, saya harap kita berfikir jernih, jangan mudah melakukan stigma kepada kelompok lain. Bukankah salah satu ketua KPK sekarang adalah alumni STAN, terus pembongkar korupsi di KPU juga alumni STAN juga?
    Jadi sama saja STAN atau bukan, semua punya peluang yang sama untuk melakukan korupsi.


  30. Itu semua tergantung individunya boooo..
    dimana pun, yg namanya di instansi pemerintah itu peluang korupsi(uang) itu masih besar..
    sebgai lulusan Prodip stan, gw sih gak menyalahkan orang2 yg menjelek2 STAN. Ini yg disibut dengan demokrasi…
    yang pasti kami semua telah berusaha untuk bekerja keras untuk instansi kami,, dan jika ada oknum2 yg melakukan tindakan negatif, itu sih terserah dia saja, n bukan stan yg salah..

    Oh iya, yg ngejelekin stan itu mungkin orang2 yang gak lulus saringan MASUK stan KALIIIII…

    mungkin juga dia lulus, tp dia kena DO karena dia BODOH atau dia punnya permasalahan yg lain…

    satu lagi yang harus kalian tau, STAN itu tidak hanya mendidik orang pajak atau BC..

    stan juga mendidik orang2 untuk instansi2 yg termasuk bersih(contohnya instansi gw nihhh).hehe

    So!…. teman2 lulusan stan, mari kita tunjukkan kalo kita bisa bekerja and bisa jd PNS tanpa melalui sogok-menyogok..

    Kita menjadi pegawai DEPKEU dengan OTAK kita..


  31. Assalamu’alaikum
    mahasiswa stan memang mahasiswa pilihan. masukan saya jagalah hati. Karena Allah Maha Membolak balikkan hati.kemudian, belajar dan bekerjalah karena Allah, InsyaAllah mendapat berkah, dimanapun kita. dan INGATLAH KEMATIAN!!!


  32. ya, emang kerja di pajak n bea cukai tuh kesempatan bwt korupsinya besar sekali..
    tinggal mental kt aja yg diuji, ktnya gjny uda lumayan besar, tp koq mw korupsi!!!
    jadi jangan di identikan klo STAN itu mendidik calon2 koruptor masa depan, salah besar..
    semua orang mempunyai kesempatan bwt korupsi, tinggal ktnya aja yg harus sadar klo kt ini negara miskin, apa mw ditambah miskin lg krn ulah oknum2 yg gak brtanggungjawab..
    satu lg, departemen terkorup itu bkn depkeu melainkan departemen agama, departemen kesehatan, derpartemen pendidikan..
    terbukti klo depkeu itu trmasuk org2 yg brsih..
    dan bg anak STAN, mari kt ubah pola pikir masyarakat yg selama ini menganggap negatif anak2 STAN..
    So!!!!!
    teman2 lulusan stan dan yg sekarang lg berjuang dikampus kt yg tercinta , mari kita tunjukkan kalo kita bisa bekerja and bisa jd PNS yg bersih tanpa korupsi..
    hidup anak STAN


  33. Saya Eki lulusan STAN th 1995. Alhamdulillah saya tidak pernah berniat menjadi menteri. Saya menyadari menteri adalah hak prerogatif Presiden RI. Menteri adalah amanah rakyat proletar RI.
    Namun, setelah pensiun nanti saya berniat menjadi mantri sunat. Bukan sebagai mantri sunat raskin, mantri sunat BLBI, apalagi mantri sunat keuangan negara (amit-amit).


  34. hmmm… STAN lagi disorot yah??
    maklumlah kan kita kenal peribahasa karena nila setitik rusak susu sebelanga..
    maksudnya karena kegiatan individu/oknum maka yang kena nama organisasinya…
    coba yang disorot bagaimana alumni STAN bahu-membahu memberantas korupsi di BPKP, BPK dan puncaknya di KPK maka sebetulnya akan ketahuan berapa uang negara yang diselamatkan oleh alumni STAN… kalo saya tidak salah selama kurun waktu 2001-2006 total temuan auditor BPKP terhadap penyimpangan keuangan negara mencapai 9,2 T…
    itu baru di BPKP belum lagi di BPK dan KPK….
    FYI: hampir 90% pegawai BPKP disupply oleh STAN.
    Memang banyak godaan dalam mengaudit akan tetapi dengan bimbingan mental yang saya dapatkan di kampus dulu alhamdulillah sampai sekarang iman saya masih menolak untuk bersepakat dengan godaan tersebut. dan saya harap begitu untuk selamanya…
    STAN’05


  35. Assalamualaikum…..

    Saya juga lulusan STAN,…dan sekarang lagi gawe di Pajak,….
    benernya dulu juga paling anti yang namanya PNS,…
    Setelah minta masukan sana-sini,….
    Dan dengan pertimbangan ” tergantung individunya dan Moral seseorang aja “….
    aku teguhkan hati tuk jadi PNS…..
    Sebagai tulang punggung keluarga, dan juga keluarga yang kekurangan (maklum dari keluarga petani kecil),…tapi saya tak mau lupa diri….

    Bagaimana mungkin aku sebagai tulang punggung keluarga, harus memberikan nakan dengan api neraka pada ortu tercinta,….???

    Lagian dari temen2 di STAN banyak jg koq dari kalangan kekurangan ( angkatanku mayoritas ….) tapi nggak sampai menjerumuskan diri………


  36. Stan jaminan hidup buat saya…


  37. GOBLOK buat kalian yang mengatakan STAN benih koruptor….Ngaca dah!!!


  38. koq gak kena akimset yah?

    maaf buat ami, komentar anda terpaksa saya edit…


  39. obrolan nggak mutu, masalah korupsi di Indonesia adalah sebuah budaya….ngertiiiiiii…..mau lulusan manapun cenderung sama saja….mental calo, semuanya mau serba instan…dari RT sampai pimpinan negeri ini….terlalu dangkal melihat korupsi dari sisi alumni….kalau bikin topik yang kelas dong…….emangnya lulusan ITB bisa dijamin tidak ada yang korupsi ?!!!!!


  40. @atas, coba baca dulu artikelnya..


  41. stan itu wah,.sp yg ga pngncpt kaya??
    tp rasanya krg adil krn pns laen yg lbh krja krs kesehjatraanya lbh krg.
    jd wajar bnyak yg ngrasa ngiri.
    (itb 07)


  42. Mungkin banyak yang anggap bisa cepat kaya.
    Mungkin terlalu mengira-ngira, tapi saya setuju, masyarakat sendiri yang membentuk image seperti itu.

    Saat memperkenalkan sebagai anak stan, saya sering dicelutuki: ehm, calon orang kaya nih…
    Jujur saja, kata-kata itu seperti menunjuk hidung saya bahwa saya ini calon koruptor. Bagaimana tidak, kalau cuma mengandalkan penghasilan PNS dan menjadi kaya, kemungkinan besar saya ini korup, bukan begitu?


  43. siapa bilang cepet kaya mas, saya alumni stan udah 7 tahu kerja ya kayak gini2 aja, ke kantor naek motor, kontrak rumah kecil2 an, kalo ngomong korupsi,..jangan ngomong stan, omongin aja tempat kerja lulusan stan..soalnya gak semua tempat kerja alumni stan itu sarang koruptor..enter pernah denger kppn waingapu, saumlaki,tual, ato kantor pelayanan tahuna..disana jg alumni stan bekerja…buka mata kita dengan dunia bro..


  44. pembahasan menarik juga, mungkin ada benarnya juga meraka yg bekerja pada depkeu atau menjadi PNS di jajaran depkeu mendapatkan gaji yg luar biasa besarnya… namun pada dasarnya adalah gaji pokok mereka sama. namun tunjanganya aja yg ” semoga hanya tuhan saja yg tahu “… nah mungkin hal ini yang menjadikan iri bagi depepartemen lain terhadap apa yg diperoleh di depkeu. saya akui lulusn stan memang bagus.. namun apa yg di terimakan jauh dari yg pantas. sebagai contoh teman sejawat saya seorg perawat namun dia PNS( nikmah,A.Per Pen,S.Kp,M.Kes ) dia adalah PNS depkes gol III c dan mendapat gaji dan tunjangnya sebesar Rp.1.695.080…nah temen saya lulusan STAN malang jurusan D-1 kepebeanan dan cukai dan jadi PNS depkeu gol II b mendapat gaji Rp.3.500.000 mungkin saja lebih nah dari sana saja sudah dapat di lihat betapa tidak adilnya negara ini…. sekali lagi sy tidak menyalahkan PNS depkeu tp sy hanya heran saja ama negara ini. seorg dokter yg mau di tempatkan di pelosok hanya di gaji 2.500.000. ( kalo dokter seh masih bisa buka praktik, iya klo umum atau sp penyekit… tp klo spesialis forensik n medikolegal, siapa pasienya mayat yg mau berobat ) seorg dokter , perawat bidan dan tenaga kesehatan lainya kerja mempertahankan nyawa dan merupakan suatu profesi profesional, namun tetep saja di begitukan…. ayooo mana permenkes 1239 thn 2000 dan UU keperawatan kok ga selesai2 do godok, padahal gaji PNS dan 10 kali di rubah. lebih kasian lagi GURU ( org yg bikin kita pintar ) namun tetep saja di sebut pahlawan tanpa tanda jasa dan karena hal itu jasaya selalu di tanpakan atau di taiadakan ( kasien bgt sehh ) ayoo dunk pikirkan nasib kami para tenaga kesehatan, guru, pekerja sosial, perawat org jompo, dan LL . semoga tuhan membuka hati kita. amin


  45. Saya berkesimpulan, untuk memutus rantai korupsi yang sudah membudaya di negeri kita ini serta sebagai shock terapi yang baik, mari kita berkaca dari negara cina, langsung saja sediakan peti mati…..dooor!!!,eksekusi mati kalo emang terbukti korupsi, selesai deh. Semoga Tuhan tetap memberkati tanah air tercinta ini. Amin


  46. waduhh… pada ributin masalah alumni yachh sy setuju dengan koment2 diatas memang korupsi sangat individual bgt tergantung ama manusianya bukan karena lulusan atau alumni mana. ohh trus masalah komnt dr. nadia thnks dok dach memperhatikan nasib kami. sy seoarg perawat lulusan f.kedokteran universitas airlangga surabaya 2006 dengan gelar nama saya.S.Kep.Ners ( S-1 ) dan saat ini bekerja di sebuah RS pemerintah dan mendapat gaji 800.000 sampi sekarg…. tp saya menerima saat bertemu dengan kawan saya dia bekerja di bea cukai dan saya tanya gaji dia dan ternyata gajinya sekitar 5 jutaan padahal dia masih diploma . waduh 5 kali gaji perawat S-1….. tp ga apa2 karena saat sekolah sy di sumpah untuk mengabdi kepada penderita. sebenernya di indonesia raya ini gaji ama tunjanganya itu di model kaya apa sih… berdasarkan strata pendidikan, atau profesi, atau departemen. apakah adil ??? apakah udah sesui ama UUD 45 pasal 27 ayat 2, UUD 45 pasal 28 C ayat 1, UUD 45 pasal 28 D ayat 2….???? MARI BUKA MATA HATI KITA…


  47. Tidak semua alumni STAN seperti itu. hanya oknum aja yang mau berbuat seperti itu.

    Korupsi adalah permasalahan kita bersama , tidak usah saling menghujat . Mari bersama-sama Kuatkan barisan untuk memberantas Korupsi .


  48. Saya lulus usm stan tahun ini. Baru mau mulai kuliah di stan akhir oktober nanti. Memang saya mendengar banyak pendapat miring soal stan, mulai dari penerimaan mahasiswa baru dari pintu belakang, juga soal lulusannya yang setelah bekerja cuma ada 2 pilihan (seperti yang ditulis atmo) “join the club of corruptors and get rich” or “stay honest and get nothing”. Saya jadi penasaran, apa memang benar2 seperti itu? Apa korupsi sudah separah itu membudaya di negeri ini? Mulai dari tukang gorengan sampai pejabat tinggi, semuanya seperti berlomba mencari celah untuk berbuat curang.(saya jadi suka tertawa sendiri, katanya kita ini bangsa religius, tapi kok sepertinya moral bangsa ini bobrok sekali).
    Tapi saya pikir semuanya mulai dibenahi. Perbaikan sudah mulai diusahakan di sana-sini, memang akan memakan waktu lama dan sulit, tapi Indonesia pasti “sembuh”. Sudah banyak yang peduli. Saya peduli. Kalau saya lulus dan bekerja di instansi pemerintahan (depkeu), saya bisa memastikan tidak akan melakukan korupsi. Saya memang ingin jadi orang kaya, hidup mapan, tapi saya bukan pencuri. Saya malu korupsi. Gengsi! Saya memang bukan orang yang baik, banyak cacat di sana-sini, tapi saya masih punya harga diri. Saya tidak akan mengambil sesuatu yang bukan milik saya.
    Saya harap 5 tahun atau 10 tahun lagi masih bisa mengatakan hal ini. Saya harap saat itu, kedudukan saya cukup kuat untuk memberantas para “tikus berdasi” yang menggerogoti uang rakyat. Saya akan belajar dan berjuang dengan keras untuk itu. Mohon doanya…


  49. sya mahsiswa STAN.sebenarnya itu hanya generalisasi dari satu oknum sehingga berdampak ke seluruh jajarannya.kyk gini ya? satu semut yang gigit kita tapi yang kita bakar sama sarang2nya kan? Jgan samain gt dong mas kita kn manusia.
    Yang anda lihat itu korupsi di pajak ato beacukai ato direktorat di bawah depkeu, APAKAH SEMUANYA LULUSAN STAN?OMONG KOSONG!!!
    Ga ada itu.Yang msk ke departemen keuangan berbagai macam universitas cth USU,UGM,UI,dll.
    jgn2 yang makan tuh duit paling banyak yang non-STAN??? Jgn maen nuduh seenaknya.
    Tp memang banyak yang sirik ama anak STAN jd ngejelekin.STAN itu disiplin ga kyk univ laen,STAN jg menerapkan sopan santun bagi pria dan wanita dalam berpakaian.Mana ada cewe di STAN pakai pakaian tak senonoh kyk kurang bahan dan make-up tebel kyk dempul???Mna ada?Cowonya jg dibiasakan rapi mulai ujung rambut sampe ujung kaki.Trus pendidikan agamanya kuat.Dan lulusan STAN sekarang sudah lebih baik jauh berubah dari pendahulunya.soal skill bukan sombong lulusan D3 kita setara ma S1 t4 laen.Klo soal msk pajak ato beacukai terlihat mewah yah jelaslah PEKERJAANNYA/PENDIDIKANNYA SEPADAN dengan GAJI dan TUNJANGANNYA.RASIONAL dong???.Org pajak mengurus penerimaan negara dan beacukai mengawasi lalu lintas pabean.SESUAI SESUAI DONK.
    gajiny dinaikkan wong dia udah berjasa ama negara dalam penerimaan negara?JELAS MSK AKAL.
    TUh orang sirik aja yang mau jelek2in lulusan STAN.Di balik itu hanyalah kecemburuan sosial.RASIONAL DONK?????????????


  50. Setuju dengan prince, kuliah di STAN itu sulit bgt (at least for me). Dan jangan pula heran kalo untuk tahun-tahun belakangan ini banyak pegawai pajak dan bea cukai yang “agak berada”, wong take home pay nya minimal 3,5 jt dan maksimal bisa sampe 10 jt untuk pegawai yang masih U-30 umurnya.

    Kalo masalah korupsi mah cuma oknum alumni STAN di depkeu aja, seperti ada oknum KPPU yang lulusan bandung atau petinggi-petinggi BI yang kuliah di depok melakukan korupsi dan kebetulan KETANGKEP KPK (yang sebagian petinggi-nya lulusan STAN).

    Menurutku di depkeu, pajak dan bea cukai khususnya, yang gakmau korup lebih banyak dari yang koruptor. Cuma, yang tertangkap mata dan telinga cuma “Si anu yang orang pajak udah beli mobil, si anu yang orang bea cukai mbeliin ortunya rumah, dll..”. Mana ada komentar “Si anu yang pegawai pajak masih ngontrak, sederhana banget” atao “Si anu yang kerja di bea cukai, cicilan motornya belum lunas..” padahal yang kedua lebih banyak dari yang pertama.


  51. ahahaha profesor dari ITB pun kemarin ketangkep.Korup apa ya…


  52. [...] STAN,Korupsi dan Kebanggaanku 19 02 2009 Dulu ketika masih SMA saya sama tidak pernah bercita-cita dan sama sekali tidak pernah menginginkan untuk berkuliah di sekolah saya sekarang ini, STAN atau Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (yang sedikit diplesetin oleh beberapa orang menjadi Setelah Tamat Akad Nikah. Karena alasan saya dulu ,yang pertama saya tidak berminat di ilmu akuntansi dan sajenisnya. Dan yang kedua, saya sangat takut sekali untuk berdekat-dekatan dengan yang namanya uang, STAN yang dibawahi oleh departemen keuangan sangat lekat sekali dengan uang , sehingga saya dulu enggan bahkan bertekad tidak akan mencari ilmu disana. Terlebih lagi , saya sering mendengar kesan dari beberapa orang tentang perguruan tinggi tersebut yang sebagian besar memberikan banyak sekali konotasi yang negatif. [...]



Tinggalkan sebuah Komentar