h1

Plus one

Oktober 31, 2009

Halo pengunjung, sekarang saya  menambah satu, di sini.

h1

The Beatles – Revolution

Oktober 28, 2009

Sekarang lagi musimnya pergantian kepengurusan himpunan jurusan di kampusku, yang berarti akan ada calon ketua baru yang sekarang sedang melakukan kampanye melalui berbagai media di kampusku. Tentunya calon-calon tersebut ingin membuat sebuah perubahan kearah yang lebih baik, revolusi. Nah, ada lagu yang mengiang-ngiang di kepalaku nih tentang revolusi.. dari the beatles, judulnya revolution.

You say you want a revolution
Well you know
We all want to change the world

You tell me that it’s evolution
Well you know
We all want to change the world

But when you talk about destruction
Don’t you know you can count me out
Don’t you know it’s gonna be alright
Alright alright

You say you got a real solution
Well you know
We’d all love to see the plan
You ask me for a contribution
Well you know
We’re doing what we can

But when you want money for people with minds that hate
All I can tell you is brother you have to wait
Don’t you know it’s gonna be alright
Alright alright

You say you’ll change the constitution
Well you know
We all want to change your head
You tell me it’s the institution

Well you know
You better free your mind instead
But if you go carrying pictures of chairman mao
You ain’t going to make it with anyone anyhow
Don’t you know know it’s gonna be alright
Alright alright

h1

Gunakanlah Senjatamu

Oktober 24, 2009

Gak tau kenapa, akhir-akhir ini otak saya gak mau kompromi dengan saya. Ilmu-ilmu yang dulu bisa saya pelajari dalam satu jam, kini harus dipelajari dengan waktu 5-6 kalinya.

Benarlah pepatah jaman dulu, “Seandainya saya mempunyai waktu sepuluh jam untuk menebang pohon, saya akan melewatkan delapan jam pertama untuk mengasah kapak saya. ” – Abraham Lincoln.

Asahlah otak pembaca sekalian dengan rutin. Baca, tulis, belajar, mikir. Jangan dipakai nyampah mulu : plurk, facebook, atau chat-chat gak jelas. (kalau ngeblog masih boleh lah.. hehe)

*ditulis dengan kekesalan karena gak ngerti-ngerti materi kuliah

h1

Motto Hidup

Oktober 24, 2009

Motto hidup, udah pada punya belom? Atau bahkan ada yang belum begitu ‘ngeh’ dengan apa yang disebut motto?

Kalau di-Indonesiakan, maka motto berarti semboyan :  perkataan atau kalimat pendek yg dipakai sbg dasar tuntunan (pegangan hidup)

Saya sendiri sejauh ini selalu menggunakan motto : kita gak punya apa-apa di dunia ini, jadi ikhlasin aja segalanya. Terserah pada kita untuk menjadi yang terbaik ataupun terburuk.

Kata-kata ini terus-menerus mengiang-ngiang di kepala saya setiap hari. Akibatnya, ternyata tiap hari saya berhasil hidup dengan ikhlas. Dapet nilai bagus, ikhlas… jelek juga ikhlas… Serasa semua beban di pundak ini dapat hilang.. Nah, pada awalnya memang terasa keren banget nih menggunakan motto hidup semacam ini. Tapi, lama kelamaan makin kerasa jeleknya ini motto.

Misalnya, besok ujian : ” ah, ikhlasin aja, materi banyak banget, waktu cuma sedikit. Mending tidur aja. “

( dan saya tidur dengan tenangnya )

Besok paginya, saya bangun dan mendapati diri belum mengerti apa-apa, kemudian dengan ‘ikhlasnya’ mengikuti salah satu ujian di kampusku. Melihat soal ujian, ada dua nomor. Meskipun gak ngerti cara ngejawabnya, saya masih bisa ikhlas : “ah, untung ujiannya open book”. Dengan ikhlasnya saya buka buku, dan ternyata dua soal tersebut tetep aja gak bisa dikerjain,

Di saat itu, semacam ‘wahyu’ seperti turun ke saya seketika. Saya mendapati ikhlas yang saya terapkan beberapa waktu ke belakang bukanlah ikhlas, tapi malas dan santai ! Hal ini harus diubah !

Sekarang, saya sedang menjalankan misi dari Tuhan untuk memperbaiki diri sendiri *lebay* . Ya, dimulai dari motto hidup dulu deh, yang sekiranya di kemudian hari bakalan terus mengiang-ngiang di kepala ini. Hmm… apa ya? Nanti deh di launching kalau udah kepikiran.

sekarang nanya dulu aja deh, apa motto hidup pembaca sekalian? *masih ada yang baca kan? hehe*

h1

Blow Up Miyabi (Maria Ozawa)

September 30, 2009

sebenernya rada segan juga sih nulis post tentang miyabi

Katanya, miyabi mau dateng ke Indonesia sekitar pertengahan bulan ini. Hal yang sebenarnya sepele ini, ternyata sempat jadi headline media. Ada yang setuju-setuju aja, ada juga yang menentang sepenuhnya. Ya.. hal ini ‘memecah’ negeri kita menjadi dua kubu, pro dan kontra. Yang pro diwakilkan oleh pihak pembuat film + penonton miyabi (ya iya lah), dan salah satu badan yang sudah menyatakan kontra adalah MUI.

Lupakanlah bahwa sekarang kita punya dua pihak yang lagi ‘ribut’. Ketahuilah bahwa ternyata sebelumnya miyabi udah pernah ‘main’ di Bali, tanpa pemberitaan yang seheboh sekarang. Pertanyaan yang muncul adalah : kenapa kedatangan sekarang heboh baget, sementara kedatangan yang dulu adem-adem aja?

Jawabannya (mungkin) adalah kepentingan. Atas dasar kepentingan apa, saya gak tau. Yang pasti, telah terjadi blow-up : pengeksposan berita secara berlebihan. Inget heboh lagu indonesia raya? ponari? manohara? jacko? dewi persik cerai? presiden yang dikasih surat ancaman?

Pada blow-up media kali ini : miyabi datang ke Indonesia, salah satu yang diuntungkan ya pihak produser film. Setiap hari filmnya diobrolin terus, ya itung-itung promosi gratis lah (argh sial, saya juga lagi promosi jadinya). Sementara itu, kita cuma bisa seneng sendiri atau kesel sendiri, sementara kita-kita belum tentu dapet apa-apa dari film dia, ‘menculik miyabi’ yang bergenre film komedi. Oke lah mungkin kita bisa nonton film komedi, tapi belum tentu lucu ataupun ada nilai moral positif.

Selain itu, blow up media sekarang ini, kalau dipikir-pikir bisa ngebuat dosa beruntun juga untuk pihak media. Bayangkan, orang-orang yang beruntung gak tau miyabi, bisa aja jadi penasaran untuk ngecek miyabi di google. Nah lo, apa yang ada di halaman pertama google kalau kita nyari miyabi? atau maria ozawa? saya gak tau. (jangan cari miyabi di google ya… plis, ntar dosanya nyambung ke saya, haha)

Media itu kan seharusnya dapat memberikan manfaat yang positif, dengan informasi yang mendidik. Udah cukup lah sinetron+infotainment kita kacau sekacau-kacaunya. Tapi, ternyata media berita juga udah makin kacau!!! Media berita sekarang udah bergeser ke kepentingan yang lain, yang mengedepankan keuntungan pihak ‘mereka’ dan mengorbankan kepentingan masyarakat.

Kalau kita inget ke masa silam, sebenarnya udah banyak blow-up yang dilakukan oleh media, yang dilakukan untuk menutupi berbagai hal, terutama politik. Pada intinya, sama sih tujuannya, yakni memenuhi kepentingan pihak-pihak tertentu. Ngomong-ngomong kepentingan, sekarang yang lagi ngetrend sekarang ini ya duel kepentingan di puncak partai golkar. Dua orang yang berduel itu ternyata sama-sama punya media. Surya Paloh di MetroTV dan Abu Rizal Bakrie di TVOne. Jelaslah, wartawan-wartawan di kedua media tersebut jadi ‘wartawan mati’ yang mengesampingkan objektivitas dan netralitas berita demi kepentingan tertentu, kemudian berusaha untuk memuja-muji si pemilik media.

Jelaslah, bahwa kalau kita memercayai media massa yang ada sekarang, kita belum tentu dapat berita yang sebenarnya benar-benar perlu kita ketahui. Mungkin berita yang kita lihat adalah kabut yang menutupi trik-intrik kepentingan pihak-pihak tertentu. Benarlah kata John Mayer, dalam lagunya waiting on the world to change,

And when you trust your television
What you get is what you got
Cause when they own the information, oh
They can bend it all they want

That’s why we’re waiting
Waiting on the world to change
We keep on waiting
Waiting on the world to change

It’s not that we don’t care,
We just know that the fight ain’t fair
So we keep on waiting
Waiting on the world to change

And we’re still waiting
Waiting on the world to change
We keep on waiting waiting on the world to change
One day our generation
Is gonna rule the population
So we keep on waiting
Waiting on the world to change

We keep on waiting
Waiting on the world to change

h1

Adil

September 24, 2009

*Sudah waktunya kembali menulis dalam Bahasa setelah dalam dua post sebelumnya sok-sokan menggunakan English.

Tuhan maha adil, kawan.

Ramadhan yang lalu, saya kehilangan sekitar lima kilo, kejadian yang terjadi pertama kalinya seumur hidup saya, dan sekarang saya seperti “dikutuk” untuk menjadi manusia yang tidak pernah kenyang. Kuliner Bandung yang terkenal nikmat pun tidak dapat memuaskan lapar dan dahaga ini. Ya Tuhan, masa’ kombinasi baso tahu, yoghurt, lumpia basah, tahu gejrot, hamburger, dkk. tidak bisa memuaskan lapar ini…? Mungkin ini adalah petunjuk dari Tuhan, ataupun berkah bulan Ramadhan, bahwa sekarang adalah waktunya untuk mengembalikan lemak-lemak yang menguap tersebut. Sudah waktunya kita songsong kejayaan kuliner di depan mata.. haha.. Yeah!!! Hidup untuk Makan!!!

Setahun yang lalu, saya berjanji untuk menjadi orang yang berhasil untuk melakukan banyak hal di tahun ini.. hasilnya?? Ternyata Tuhan maha adil, kawan. Ada janji yang sukses, ada juga yang gagal… adil bukan??? gak adil kalau ternyata rencanaku berhasil semua, atau malah lebih gak adil lagi (keterlaluan malah, ya Tuhan) kalau rencana kita gagal semua..

Dan sekarang, saya kembali membuat daftar permohonan kepada Tuhan tentang hal-hal yang ingin saya lakukan di masa mendatang (ya setidaknya satu tahun mendatang), mulai dari yang ngasal, sampai yang intelek. Semoga hal-hal merubah hidup (ke arah yang lebih baik tentunya) akan muncul di kehidupan saya setahun mendatang, dan tentunya pembaca sekalian, amin.

Tapi, sebelum memulai satu tahun ke depan, sebagai manusia dan penulis, saya telah melakukan banyak kesalahan dalam tahun-tahun yang lalu, baik atas perilaku yang kurang manusiawi, maupun tulisan yang kurang ‘penulis’ (tadinya mau nulis penulisiawi, tapi gak banget).. Oleh karena itu, sangatlah adil jika pada kesempatan ini saya meminta maaf jika dalam tulisan ini ada hal-hal yang menyinggung ataupun mengganggu pembaca.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Mohon Maaf Lahir Batin.

h1

Look

September 17, 2009

Look, i’m heading towards the end of my teenage era, and i’m just happen to realize that something great today come from a germ of idea in the past.

Remember that the Sixties happened in the early Seventies, right, so you have to remember that and that’s sort of when I came of age. So I saw a lot of this and to me the spark of that was that there was something beyond sort of what you see every day. It’s the same thing that causes people to want to be poets instead of bankers. And I think that’s a wonderful thing. And I think that that same spirit can be put into products, and those products can be manufactured and given to people and they can sense that spirit.

Steve Jobs

Every great things around us today (PC, gadget, etc.) come from kids of 60’s, which happen to invented those electronic thing at late 70’s, and those thing that those person invented turned out to become dominant and very popular 30 years later : today.

You know, if we remember that fact, when those inventor was a kid (in 60’s), many people see computer as big machine which function is just to calculate mathematical equation or do repetitive task. But, these kids saw computer as something else. They saw computer as spark that could lit flame in their heart, and those thing just happen to happened to them : and not the other ordinary kids.

By that sense of seeing computer as something else, they could create something different. They could made a smaller computer, ’smarter’ computer, and also computer which ‘personal’. Those thing made a huge revolution, and affect our live today.

There’s one thing nagging me about that fact. There’s a moment when they sparkled, amazed, and fell in love with computer, when another kid doesn’t even take too much attention. My question is : what separated them? why there are people who could fall in love to something, when another people doesn’t care a thing about it?

Does god create us with different thing about things that we love? and we must search and also pursue it? how could we know that things that we do is thing that we love? Or, these passion and loved only shared to those people who ‘lucky’?

so many question, and i could’nt answer even one of it.

h1

Batik as World Heritage

September 15, 2009

Well, several days ago i have a following message :

Dear All,

Tgl 2 Oktober 2009 nanti,

UNESCO mengukuhkan BATIK Indonesia sebagai Warisan Budaya Dunia. Jika Anda merasa sebagai bangsa Indonesia, mari kita pakai baju batik pada tgl 2 Oktober 2009.

i haven’t decided yet whether i will use batik or not. But, anyway, there’s one point that bothering me from this ‘batik thing’. Why have to wait this long to claim our heritage? We have to wait another country to ‘claim’ batik, before ourselves could understand and appreciate that we have a special culture product like batik.

Haha, thanks to neighbour country Malaysia for reminding us that we have a very huge number of heritages. It’s our mistake in the past that we don’t appreciate our own culture : we are too much welcoming another foreign culture and forgot about how gorgeus our culture are.

Well, that’s the past. After these ‘claiming thing’, what’s important now is that we have to realize that there’s still a lot more upcoming heritage from indonesia that are waiting to be unveiled! (hope so)

h1

Mario & Luigi : Bowser’s Inside Story

September 14, 2009
iklan mario di gamefaqs

iklan mario di gamefaqs

Well, jika ada game yang ditunggu-tunggu oleh saya di liburan ini, maka game itu adalah Mario & Luigi : Bowser’s Inside Story.

Game ini bisa dibilang game ‘lanjutan’ dari 2 game serupa sebelumnya, mario & luigi superstar saga (gba) dan mario & luigi : partners in time (nds). Gameplay dan animasi yang ditawarin game ini bener-bener mantep.. suer! serasa anak kecil lagi nih demen maen yang kayak gini, haha.

Happy Holiday!!!

h1

Telkomsel visit part II

September 12, 2009

Duh, gak kerasa ya tulisan di atmopawiro’s blog bawaannya serius mulu akhir-akhir ini, sampe ada yang komentar, “ les, tulisan lo jadi agak berbobot sekarang yak.”

Oh man… agak?… cuman agak??? ITU UDAH PALING SERIUS NULISNYA WOY!

Ya udah lah ya, sekarang waktunya cerita yang ringan-ringan (ya ya ya, udah banyak cerita ringan yang jadi sampah di sini, silakan protes terus). Kisah ini dimulai ketika saya kehilangan simcard bernomor 08522xxxxxxx untuk yang kedua kalinya. Teringat kesan pertama kehilangan simcard yang sangat-sangat menyenangkan, tentunya dengan senang hati dan penuh semangat kali ini saya kembali menjambangi sentra telkomsel di Jalan Banda, Bandung.

Dengan niat utama untuk menjajal mba-mba telkomsel yang cantik-cantik dan modus operandi mengganti simcard, saya dengan penuh hasrat kembali ke gedung surga tersebut (puasa gak sih woy? Iya, iya puasa. Tapi mau gimana lagi dong, apa salah mba-mbanya dilahirin cakep?).

Memasuki ruangan yang dimaksud, saya teringat salam ramah mas-masnya, dan ternyata benar! Mas-masnya masih ramah (naik gaji kali yak), dan saya ingat orang kedua yang dulu membantu saya adalah seorang wanita cantik,, nah… ternyata sekarang malah dapet mas-mas lagi -_-… ya sudah lah, yang penting dibantu, ntar kan bisa lirik-lirik cewek. (inget… puasa.. puasa.. puasa mas…)

Begitu duduk, dan berusaha melirik-lirik… hmm, kok kayak ada nuansa yang beda ya??? Mencoba mengingat kesan pertama ke tempat itu, saya lupa. Bahkan saya sendiri lupa kenapa saya duduk. Bingung mau ngapain, akhirnya malah bengong kayak orang bego ( mati gaya karena hilang HP ).

Sampai akhirnya saya tersadarkan !!! Melihat sekeliling, saya bertanya-tanya : mana cewek-cewek cakepnya??? Kok semua cewek-ceweknya dikerudung… (wah parah yak, orang pake kerudung kok diprotes).. o iya, akhirnya saya mengambil deduksi bahwa dalam rangka bulan ramadhan, maka pegawai telkomsel yang bertugas di sana memakai pakaian bertemakan ramadhan T_T… (oi, masih puasa gak sih?)

Singkat kata, pengalaman yang kedua kalinya saya alami cukup bertolak belakang dengan pengalaman pertama kehilangan simcard. Pengalaman kedua tidak menyediakan cewek hot dan soft drink… hiks (puasa mas?)

Dengan sangat terpaksa, saya ucapkan : Terima kasih telkomsel atas apresiasinya terhadap kaum muslim dengan tidak membiarkan soft drink dan cewek-cewek cakep telkomsel berkeliaran di sembarang waktu & tempat.