Nelpon, SMS, GPRS Gratis pakai kartu AS

Agustus 3, 2008 at 11:03 am | In Menggelitik., Tentang hidupku. | 2 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

*artikel ini tidak berhubungan dengan phreaking, hacking, atau mencurangi provider selular, namun berisi tentang pengalaman saya menggunakan jasa selular gratis.

Ceritanya dimulai ketika saya kehilangan simcard kartu AS saya, sekitar dua minggu yang lalu. Sejak saat itu, dapat dikatakan kalau saya kehilangan kehidupan sosial (walah lebay banget) yang biasanya terfasilitasi melalui nomor 08522255xxxx.

Setelah bertanya sana-sini mengenai prosedur pemulihan nomor HP tersebut, akhirnya saya pergi ke BEC, lantai dasar, tempat graha telkomsel (atau apalah itu) untuk recovery nomor tersebut.

Me : Mbak, simcard saya hilang dan saya ingin membuat yang baru.

Mba : Baik. Namanya siapa mas?

Setelah menyebutkan nama saya, si mbak bilang kalau ternyata simcard saya “belum” terdaftar (padahal udah woy! Mau ngambek takut malu-maluin almamater). Si mbak bilang kalau saya masih punya box kartunya, saya bisa pergi ke grapari (atau apa lah). Dengan perasaan cukup sebel juga,, saya pulang, dengan tangann kosong.

Keesokan harinya (tentunya setelah melakukan aktivitas, saya bukan pengangguran, hehe.) saya mendatangi sentra telkomsel yang berada di kantor pos jalan banda. Ketika datang pertama kali, waaah, gede juga ya gedungnya, dengan PD-nya saya naik tangga ke sebelah kiri (padahal ada dua tangga dan saya bingung mana yang sentra telkomsel), dan ternyata SALAH naik! sial! udah PD-PD-nya, dipanggil mas-mas di tangga sebelahnya (lain kali ajak temen aja dah biar gak sendirian malunya).

Setelah masuk sentra telkomselnya, wah, mas-mas nya ramah-ramah, mbak-mbaknya juga cantik-cantik (gak tau digaji berapa biar bisa senyum terus). Saya tinggal menunggu sambil minum gratis, sambil menyebutkan nomor telepon saya yang hilang. Selanjutnya mbak2 tadi minta KTP sebagai alat identitas, dan 10 nomer yang sering dihubungi. Saya nunggu lagi, sambil main elasto mania (game yang bikin kita bisa sekaligus exiting dan juga sebel), ternyata nomernya bisa di-recovery ^^’, asik banget, serasa mau joged tapi malu bung ini tempat umum.

Tanpa biaya apapun, saya diberikan kartu baru dan sebuah pesan:

Mas, nomornya baru bisa dipakai setelah maksimum 1×24 jam

Hmm, mungkin urusan administratif, pikirku saat itu (kembali ke tata bahasa yang benar ah). Dengan perasaan senang ( karena pelayanan dan prosedur yang relatif sederhana) saya kembali ke kehidupan normal (?). Malamnya, saya ingin menguji apakah nomornya sudah bisa dipakai, namun ternyata saya ketiduran (duh maklum orang males).

Keesokan harinya, saya harus pergi ke kampus pagi-pagi, dan sebelumnya saya menguji kartu baru dengan memasangnya di hp dan menelponnya, ternyata bisa (hore!), nomornya sudah berfungsi. Oleh karena itu, saya langsung mengisi pulsa terlebih dahulu (pulsanya 74 rupiah cuy,, gak bisa dipake) sepuluh ribu aja, sambil uji coba ( berarti pulsanya jadi berapa pembaca? pinteer… 10.074).

Saya berangkat sambil sms-an sama teman saya,, tanpa mengecek pulsa saya.

Setelah hari agak siang, saya mengecek pulsa, dan saya cukup kaget karena pulsa HP-ku masih 10.074!!! Setelah menguji dengan puluhan SMS ke orang lain, serta telpon2 iseng pun pulsanya tidak berkurang!!! Peluang Kondisi ini membuat saya langsung menelepon teman saya untuk menguji seberapa jauh “kekuatan” pulsa saya (ada kekhawatiran pulsa saya yang sebenarnya dan yang di layar berbeda, namun demi memuaskan diri atas rasa penasaran, saya mencoba untuk menelepon).

Begini, misalnya pulsa yang tertulis adalah 10.074, dan pulsa (misalnya) di telkomsel telah berkurang, maka waktu telpon yang dapat saya gunakan adalah sebesar 10.074/6,5 = 1.549 detik, atau sekitar setengah jam. Jika waktunya mencapai detik tersebut, maka terdapat “celah” pada telkomsel yang dapat saya manfaatkan untuk jangka waktu tertentu, namun jika kurang dari itu (karena sms dan telepon iseng saya, otomatis pulsanya sudah berkurang), maka jumlah pulsa yang tertera di layar telepon adalah salah.

Setelah melakukan ujicoba, ternyata saya mampu menelepon sampai detik ke 1540-an (diputuskan oleh telkomsel), dan pulsa saya berkurang sampai habis. Kesimpulan yang saya ambil saat itu adalah saya dapat menelepon, SMS, dan GPRS gratis, selama pemakaian saya tidak menghabiskan pulsa yang tersedia (dalam artian kalau mau nelpon diputus tiap 20 menit, agar pulsa tidak habis). Akhirnya saya isi pulsa 10.000 lagi, untuk mencoba teori yang baru. (hidup adalah trial and error kawan!)

Ternyata benar, selama pemakaian kurang dari pulsa yang ada, pulsa saya tidak berkurang. Serasa berada di surga telekomunikasi, saya nelpon kesana kemari, sampai puassssssssssssssssssssss, bangettttssssssssss, eneeeksssss, hoeeeeks.

Namun, ternyata setiap kepuasan mempunyai akhir. Pada saat saya membuat telepon iseng (lagi) dan mengecek pulsa, ternyata pulsanya berkurang (yaaahhh, saya kecewa).

Saya bertanya-tanya mengapa pulsanya bisa berkurang, lalu saya teringat perkataan mba2 di sentra telkomsel

Mas, nomornya baru bisa dipakai setelah maksimum 1×24 jam

Hoo,, saya baru mengerti,, mungkin itu maksudnya 1×24 jam, mungkin saat 1×24 jam itu registrasi nomor saya belum selesai, sehingga penggunaan pulsa saya tidak tercatat. Ternyata provider selular sebesar telkomsel mempunyai celah juga (dan saya yakin banyak celah yang lain).

Kesimpulannya? Kalau mau nelpon gratisan, ilangin simcard kalian! (hehe) Bukan-bukan, yang benar adalah kadang-kadang kesempatan dan kemampuan sudah ada pada diri kita sendiri, namun kita tidak menyadarinya, dan ketika kita menyadari kemampuan tersebut, waktu yang kita miliki sudah menipis.

So, don’t waste your time.

Kapan Indonesia bisa ke EURO ?

Juni 17, 2008 at 9:02 pm | In Menggelitik. | 4 Comments
Tags: , , , , , , , , ,

Lho? Indonesia kan negara asia?!

 

Saya teringat ketika Saya masih kecil, ada iklan yang menayangkan Dik Doank sedang melamun dan mengucapkan, “ Kapan yaa, indonesia bisa masuk piala dunia? “, saya juga sempat bertanya-tanya mengapa Indonesia yang memiliki 250 juta orang (and counting of course), tidak mempunyai 11 pemain sepakbola yang mampu menembus Piala Dunia. Sebenarnya apa yang salah? Pembinaan kah? Atau memang sepakbola bukanlah gen bangsa Indonesia?

 

Udahlah, Indonesia mah maen bulu tangkis aja, gak usah main bola

 

Sepertinya ‘gen’ tidak bisa dijadikan alasan. Buktinya, kita tahu bahwa untuk pemain berumur 12 tahun dari indonesia memiliki prestasi yang cukup mumpuni, misalnya di danone nations cup.

 

2005 : Peringkat 11 dunia dari 32 negara

 

• The Best Attack Team

Memecahkan gol terbanyak sepanjang sejarah DNC, yaitu sebanyak 24 gol

 

• Top Scorer

Irvin Museng dengan 10 gol, dan karena prestasinya tersebut Irvin dipanggil untuk bergabung dengan AJAX Amsterdam Junior

 

2006 : Peringkat 4 dunia dari 32 negara

 

• The Best Defense Team

hanya kebobolan 1 goal selama World Final        

 

Untuk membuktikan apakah bangsa indonesia mempunyai bakat di bidang sepakbola, saya jalan-jalan (sebenarnya gak sengaja lewat) ke Saparua Dome (plesetan dari Sapporo Dome), tempat yang apabila kering menjadi gurun pasir dan apabila hujan menjadi kolam, untuk menonton anak-anak berusia sekitar 14 tahun bermain bola.

 

Foto-foto :

 

pic-maen-bola

Menurut analisis saya, (pura-pura jadi komentator yang ngerti bola)

 

Pada anak umur 14 tahun, ada beberapa anak yang memiliki teknik menonjol misalnya juggling yang sudah advanced dan kontrol bola yang manis. Tentu saja teknik merupakan hal yang krusial dan anak-anak kita mempunyai hal tersebut , tetapi sayangnya mereka masih belum matang dalam permainan. Misalnya, ketika ada rekannya yang kosong, pemain malah memilih untuk membawa bola sendiri dan akhirnya bola dapat direbut, atau mereka belum mengerti kapan harus menyerang atau bertahan. Padahal, yang membedakan antara pemain kelas satu dan pemain kasta bawah adalah mental pemain.

 

Tentunya kita menyadari perbedaan yang muncul ketika kita melihat permainan timnas indonesia dan timnas kelas dunia. Dalam menyusun permainan, pemain indonesia selalu terlihat ‘rusuh’ dan tidak terstruktur.

 

Dibuang Saja! Salah Pengertian! Maksudnya Baik! Melambung di atas mistar gawang!

Mungkin dari segi teknik kita tidak terlalu kalah, namun kita benar-benar kalah ketika bermain sebagai tim. Nah, ini menandakan kalau pembinaan kita salah pada umur sekitar 14-17 tahun. Seharusnya, pada umur segini, pemain mendapatkan tempaan berupa pertandingan rutin dan taktik, karena pemain telah mempunyai teknik dasar yang baik.

 

Saya tidak punya kekuatan, siapa yang punya kekuatan untuk memaksimalkan pembinaan pada umur tersebut? Yang pasti harapan kita bukan pada Halid.

 

Bakat sudah ada, tinggal poles saja oleh pelatih berkualitas. Ya toh?

Kegagalan Italia, PR buat Donadoni

Juni 10, 2008 at 11:53 am | In ringan.. | No Comments
Tags: , , , , , , , , , , , ,

Donadoni adalah orang yang bodoh. Udah tau Materazzi main jelek semusim ini, malah dimainin jadi starter. Gatusso ama Ambrosini musim ini juga main jauh di bawah levelnya, dijadiin starter. Harusnya dia memainkan Grosso, De Rossi, dan Perotta. Grosso kayaknya 100 kali lebih jago deh daripada Panucci. Donadoni pergi aja dah!!!

Kata-kata itu terlontar dari salah seorang fans italia. Bagaimana tidak, italia kalah menyesakkan dengan skor 3-0. Sebenarnya italia sempat memberikan perlawanan saat awal babak kedua dan saat grosso dan del piero masuk. Namun, hal tersebut tidak cukup untuk menghentikan superioritas Belanda, terutama di serangan balik. Italia sangat lambat dalam menggalang pertahanan.

Tanpa adanya kapten utama, Fabio Cannavaro, terlihat lini belakang azzuri sangat rapuh. Kalau kata teman saya,

Barzagli ma Materazzi kaya orang bego!

Donadoni harus mengembalikan harga diri italia sebagai juara dunia 2006. Jangan mau dicaci maki dong! apalagi sama pemain sendiri. Selepas dari gol pertama yang kontroversial, tetap saja italia masih mempunyai banyak PR.

Kira-kira apa ya solusinya?

Menurutku sih seharusnya italia kembali ke format 4-1-4-1, jangan 4-3-3. Keteteran banget, terutama  di pertahanan. Nih, donadoni, baca ya :

Kiper : Buffon

Bek (4) : Grosso, Materazzi, Chiellini, Zambrotta

Tengah (1) : Pirlo

Tengah (4) : De Rossi, Perotta, Gatusso, Del Piero (Forward)

Depan (1) : Luca Toni

Ada saran lain?

* btw, timnas italia benar-benar mencerminkan AC Milan, sangat lemah di pertahanan.

Motto

Juni 8, 2008 at 9:03 pm | In ringan.. | 1 Comment
Tags: , , , ,

“ Don’t be evil “

Google’s Motto

 

Sewaktu bertukar buku perkenalan (dalam semacam acara ospek) di kampusku, saya melihat adanya permintaan untuk menuliskan sebuah motto. Muncul pertanyaan di benakku, “ Motto itu adalah aturan yang dipakai untuk hidup, hmm apa ya mottoku, yang membuatku mempunyai aturan dan batasan dalam hidup? “.

 

Namun, si pikiran bilang lagi, “ Ah, seberapa penting sih motto? Apakah moto harus terus dikumandangkan dalam hati setiap hari? Setiap saat? Masa iya motto harus sama terus.. “

 

Akhirnya Saya menuliskan motto yang berbeda-beda setiap kali bertukar buku perkenalan. Alih-alih menuliskan banyak motto yang bagus, saya malah menulis berbagai motto asal-asalan. Saya mengambil kesimpulan bahwa kebanyakan memiliki motto tidak baik. Akhirnya, saya mengambil keputusan untuk membuat suatu motto hidup yang dapat saya pakai sebagai pedoman hidup.

 

Lihat-lihat dari buku perkenalan, ternyata motto yang dituliskan oleh teman-teman saya juga kebanyakan ngasal (berhubung ada tuntutan kuantitas dari panitia).

 

Saya coba melihat sumber lain, akhirnya saya melihat bahwa motto google pun sangat sederhana :

 

“Don’t be evil”

 

Lalu, saya pun berujar : “ Hei, ayolah, motto teman saya juga lebih bagus dari motto kalian! “

 

Namun, sesaat itu pula saya langsung berpikir,

 

Don’t be evil, don’t be evil. Jangan jahat, jangan jahat. Orang jahat tidak berbagi, tamak, dan rakus. Berarti, orang baik merupakan kebalikan dari orang jahat. Dapat disimpulkan bahwa orang yang tidak jahat adalah orang yang dapat berbagi banyak hal. Dalam hal ini, google adalah search engine yang dapat berbagi banyak hal yang berguna bagi manusia.

 

Berarti google menjalankan motto mereka, don’t be evil.

 

Jawabannya pun saya temukan : dalam membuat motto tidak diperlukan kalimat yang dahsyat ataupun spektakuler. Hal yang penting dalam membuat motto adalah keberanian kita untuk menjalani motto tersebut.

 

Akhirnya saya kembali membuka buku perkenalan, dan melihat motto teman-teman saya. Bagus juga.

Lestiatmo Award

Mei 26, 2008 at 8:13 am | In Menggelitik., ringan.., tak ada bobot | 8 Comments
Tags: , ,

Lestiatmo Award…

I am not going to thank anybody—because I did it all myself. “

Spike Milligan

Setahun kuliah di Institut Teknologi, saya mulai merasakan berbagai hal yang sangat-sangat berbeda dengan hal yang saya rasakan di bangku sekolah (SMA). Salah satunya adalah kedekatan antara pelajar dengan pengajar, dalam hal ini mahasiswa dengan dosen. Dosen seperti seseorang yang lebih professional, dalam artian tidak memiliki hubungan yang intim dengan mahasiswa. (halah gombal)

Meskipun demikian, pengajar tetaplah seseorang yang mempunyai karakteristik khusus, oleh karena itu saya ingin memberikan penghargaan khusus kepada para dosen yang telah menemani tahun pertama saya di institut teknologi.

Langsung saja, dalam penghargaan ini ada empat kategori :

Dosen Killer, Dosen Terfavorit, Dosen Tercinta, Ms. Perfect

Pertama, Dosen Killer

Selayaknya penghargaan ini saya serahkan pada Pak Rah*** (takut ngelanggar hukum euy, bisi dituntut), pengajar fisika, karena atas jasanya saya menjadi orang pertama yang dikeluarkan dari kelas. Selain menerapkan gaya-gaya yang berkesan arogan, dosen ini pun suka menunjuk orang yang bergaya seperti orang tidur ataupun yang sedang bersosialisasi. Kemudian, bila orang yang ditunjuk tersebut tidak bisa menjawab, maka nama dan NIM nya akan dicatat, untuk diproses lebih lanjut.

*saran saya untuk dosen ini : jangan ngobrol di kelas. Titip absen saja, hihihi…

Dosen Terfavorit

Salah satu dosen yang menginspirasi adalah dosen concepts of engineering, Pak Budi Rahardjo. Kesan pertama yang dibuat olehnya sangat-sangat bagus, sehingga mahasiswa benar-benar tertarik untuk mendalami engineering lebih lanjut. Dengan pembawaan diri dan kepercayaan diri yang tinggi, Pak BR selalu menjadi pusat perhatian di kelas. Selain itu, materi yang diberikan di kelas tidaklah hanya keilmuan to’, tetapi juga tentang keadaan kampus sebenarnya, keadaan pembelajaran di dunia, dan ada nontonnya juga loh!

*wah sayangnya english lecture nya belum terealisasi pak…

Dosen Tercinta

Salah satu dosen yang benar-benar saya cintai adalah Pak Noorsalam, dosen pengetahuan lingkungan. Memang, pelajaran pengetahuan lingkungan dianggap sebagai suatu pelajaran yang sepele, tetapi dosen ini bisa membuat saya mencintai pelajaran ini. Kenapa? Karena saya selalu menjadi langganan tidur di kuliah ini, hihihi.. Bukan, bukan,,, memang benar saya tukang tidur, tapi ketika Pak Noor ditanya tentang keadaan lingkungan yang spesifik, ia selalu bersedia untuk memberikan feedback yang memuaskan.

*Jadi ingin kuliah di biologi.

Ms. Perfect

Hey? Kok ada Ms. Perfect tapi gak ada Mr. Perfect???

*Sebenarnya ada dosen yang dijuluki sebagai Mr.Perfect, namun sayangnya saya tidak sempat mengikuti kelas “Mr.Perfect”, sehingga saya khawatir analisis saya tidak komprehensif…

Oke, penghargaan terakhir ini akan jatuh pada dosen mata kuliah yang ditakuti oleh seantero mahasiswa tahun pertama, Dasar Pemrograman. Ancaman mengulang di semester depan sudah menjadi topik yang umum dibicarakan oleh mahasiswa tahun pertama.

Setelah saya mengikuti kelas untuk pertama kalinya, ternyata kelas pemrograman bukan kelas yang sulit (bukan sombong, tapi arogan, hahaha), hanya saja belajar di dunia pemrograman merupakan pengalaman yang baru bagi sebagian besar mahasiswa, sehingga sebagian mahasiswa mengalami kesulitan dalam belajar.

Nah kan, jadi ngalor ngidul ke mana mana. Kembali ke award.

Penghargaan Ms. Perfect jatuh ke Ibu Cia, karena :

· Waktu : “ pembelajaran dalam matakuliah dasar pemrograman dimulai dari jam 13:00:00 dan berakhir pukul 14:40:00 ”

· Keterlambatan : “ toleransi keterlambatan adalah 5:00 menit. Lebih dari 5 menit, jangan masuk. Apabila ada muslim yang hendak melaksanakan ibadah shalat, maka ibu lebih prefer kalau tasnya disimpan dulu di kelas, kemudian baru melaksanakan shalat.

Sudah matakuliahnya perfeksionis, dosennya juga perfeksionis. Mungkin ini salah satu sebab saya cenderung memilih teknik elektro daripada teknik informatika. Segala sesuatu yang perfect, tidak cocok dengan pikiran saya yang cenderung lompat-lompat.

*anyway, she is a very good lecturer.

Selamat untuk para pemenang lestiatmo award. Hadiah bisa diambil di kantor pusat lestiatmo, tapi isuk mun hujan bedog.

*peace ah, no offence.

Kenapa EL (Elektro)?

Mei 25, 2008 at 7:18 pm | In Menggelitik., Tentang hidupku., ringan.. | 5 Comments
Tags: , , , ,

“ Pilih EL saja, hihihi… Kabur, “

Irvan 132, my friend in blogosphere

Pada awalnya, seperti anak-anak pada umumnya, saya yang berumur 15 tahun (Masih SMA) menganggap programmer sebagai profesi yang keren (kamu juga?). Bisa bekerja freelance, bisa berkeliaran bebas seperti kuda liar [weleh…]. Plus, dunia IT merupakan dunia yang sangat-sangat menarik karena perkembangan yang terjadi di dunia ini sangatlah pesat.

Sampai akhirnya pada akhir kelas 3 SMA, saya melihat dunia informatika yang sebenarnya : algoritma, coding, math, logic. Itulah “jeroan-nya” programmer. Merasa tidak tega pada otak cocok dengan hal tersebut, akhirnya saya hunting jurusan lain yang akan saya masuki.

Sempat bingung antara teknik industri dengan teknik elektro, akhirnya saya memutuskan untuk memilih STEI, karena ada teknik elektronya. Nah di sini masalah kembali muncul ketika saya kuliah di STEI, ternyata …

Jeroannya EL (elektro) juga sama aja!!! Cacing integral, bilangan complex, persamaan diferensial, membuat saya merasa bahwa dunia IF (informatika) lebih ringan. Akhirnya saya membayangkan jika saya masuk ke jurusan tertentu.

Kayaknya kalau masuk IF jadi:

- Ngerjain tugas sampai malem

- Kurang tidur

- Hidup untuk tugas dan tidur

Kalau masuk EL, saya akan bernasib seperti orang-orang berikut :

tidur

- Tidur di kelas

- Kebanyakan tidur

- Hidup untuk tidur dan tidur

Bukan, bukan, itu sih bayangan si pemalas, tentunya saya membayangkan bidang apa yang akan saya tekuni kalau masuk jurusan tertentu. Keunggulan, serta kekurangan masing-masing jurusan. Hasil dari pertapaan saya menghasilkan bahwa elektro lebih baik (bagi saya), kenapa?

1. Hampir semua energi dikonversi menjadi listrik, karena listrik mudah digunakan dan ditransmisikan

Dengan demikian, tentunya semua orang membutuhkan listrik, dan saya pun jadi dibutuhkan (hehe)

2. Indonesia krisis listrik

Meskipun belum terbayang akan membantu negeri ini dengan jalan apa, saya pikir saya dapat membantu negeri ini dengan masuk jurusan ini (halah gombal)

3. Banyak Cabangnya!

Tidak seperti di Informatika yang tidak mempunyai cabang ilmu, teknik elektro punya enam sub-jurusan, yakni power engineering, telecommunication engineering, biomedical engineering, computer engineering, control engineering ( teknik kendali ?), dan teknik elektro (aneh juga ya, teknik elektro dalam teknik elektro).

4. EL udah banyak yang sukses

Cari aja deh, banyak sih lulusan EL yang udah jadi direktur macem-macem perusahaan, tapi saya pikir ini hanya karena usia EL yang udah tua, sementara IF baru aja ultah yang ke 25

5. “Anak EL bisa belajar IF, IF belum tentu bisa belajar EL”. Kata orang

“Sok tau kamu, belajar aja belum.” Kata saya.

6. Anak IF antisosial

“Awas lo ngatain kakak gue antisosial.” Kata saya.

Nulis Lagi…

Mei 21, 2008 at 3:34 pm | In tak ada bobot | 1 Comment
Tags: , , ,

” I’m Back! I’m Back!!!…..

Ouch! My back, my back!!”

Tobey as Peter Parker in Spiderman 2.

Cukup lama saya absen,, ada yang kangen? Mungkin ada yang bertanya-tanya kenapa saya jarang menulis, tapi sayangnya saya sendiri juga tidak tahu kenapa jarang menulis. Mungkin sebab utamanya jenuh, seperti kata Pak Yari, tapi bukan juga sih.

Tapi sebenarnya bukan hanya aktivitas blog saja yang terganggu koq, kehidupan nyata saya pun terganggu, misalnya sms pacar gak dibales gara-gara lupa ngisi pulsa, kerjaan ngelamun di kelas jadi nilai jeblok, kumis tumbuh terus gara-gara jarang ngaca, duh parah deh…

Anyway, i’m back and i hope i can create more and more inspirational blog!

wuh, ketinggalan banyak event yah, dari pemblokiran website sampai thomas uber,,,

Mulai Menulis di Bulan Mei

April 15, 2008 at 2:31 pm | In tak ada bobot | 5 Comments
Tags:

Sorry, blognya jarang di-update. Saya akan kembali menulis pada bulan Mei.

” Mei? Maybe yes, Maybe no. “

- Ringgo Agus Rahman -

Memori sebuah setrika,, *ngakak*

Februari 28, 2008 at 10:37 am | In Menggelitik., tak ada bobot | 8 Comments
Tags: , , , , , , , ,

Sewaktu saya SMP dulu, saya punya teman yang biasa menemani saya pulang. Haha, kalau inget temen yang satu ini, saya ingat setrika. Kenapa? Makanya baca aja, hihi. Tapi teman saya ini Cowok loh! bukan cewek. Sebut saja teman saya ini Don. Karena rumah kami cukup berdekatan, kami biasa pulang bareng.

Nah, ada kejadian yang belum tidak bisa saya lupakan sampai sekarang. Insiden berdarah ini terjadi di angkot. Waktu itu, hanya ada tiga orang di angkot. Saya, Don, dan seorang cewek sma, dari SMA di daerah Belitung.

Waktu itu, angkot sudah sampai daerah tujuan. Nah, berhubung si cewek paling deket sama pintu keluar, yang cewek keluar duluan. Nah, kalau mau keluar angkot kan, nungging dulu. Don berada di belakang si cewek, saya di belakang Don, namun saya masih setengah berdiri.

Di sini cerita dimulai, angkot tiba-tiba bergerak maju sedikit, lalu direm. [kagak tau juga nih, kayaknya supirnya pengen ngisengin ato emang udah ngelindur]

Nah, berdasarkan prinsip keseimbangan benda tegar, benda akan berusaha untuk mencapai kesetimbangan. Dalam hal ini kita tinjau sistem angkot yang tiba-tiba maju, lalu direm. Untuk mempertahankan titik berat, maka benda yang ada di dalam akan mendapatkan gaya. Dalam kasus ini Saya, Don, dan si cewek.

Si cewek masih bisa pegangan ke pintu. Saya? Masih setengah berdiri, jadi masih bisa pegangan. Nah, si Don nih yang hoki apes. Don jatuh, mana badannya gede pula kayak jerapah [saya waktu itu masih mini, hihi]. Kalau orang jatuh sih biasa. Lha, ini? Jerapah jatuh!

Kontan saya ngakak. Di sini bagian anehnya, si Don diem aja, ya udah deh saya tanya ke dia, “Gak papa Don?”

Eh, si Don malah diem aja. Ya udah, saya juga jadi diem, kami turun, bayar angkot, lalu saya bertanya ke Don,

“Don, mau naik andong?” [delman, gerobak ditarik kuda, masa gak tau seh]

“Males jalan kagak?” [kalau jalan mungkin bisa sepuluh menit, kalau naik andong asik, hihi]

Si Don masih diem juga. Hiih, ni anak maunya apa sih. Saya bilang padanya kalau kita jalan saja kalau gitu. Nah, waktu saya liat ke andong, ternyata ada si cewek, lagi ngeliatin kami dengan tatapan serius, saya bilang ke Don,

“Don, tu cewek yang tadi di angkot ngeliatin kita.. serem euy” [ceweknya sih putih, ya lumayan cantik, plus pinter, hehe anak belitung gitu...]

Akhirnya si Don ngomong juga,

“Itu tadi, waktu saya jatuh tadi, tangan saya ngelus pantatnya cewek itu..”

“Haaah???? Kaya gimana??”

“Kayak setrika,, tau kan?? Makanya jangan naik andong dulu, jalan aja”

“Dari atas ke bawah?? Wakakaka *ngakak abis* Ya udah jalan dulu deh, serem lagian tuh cewek”

Akhirnya, sejak kejadian itu, kami membudayakan jalan sehat setiap pulang,, haha,, bukan karena apa-apa, tapi takut kalau ketemu cewek itu lagi..

Tackle Sinting!!! ‘Horror Tackle’

Februari 25, 2008 at 2:18 pm | In Berat! | 10 Comments
Tags: , , , , , ,

Oh My God! Itu reaksi saya ketika melihat tackle ‘horror’ yang menimpa Eduardo da silva, salah satu pemain Arsenal FC.

Agar lebih jelas, mungkin bisa saya tampilkan di sini.

eduardo-injury.jpg

Tentunya, tujuan mulia permainan sepakbola adalah mempersatukan manusia di dunia. Tetapi, ketika melihat tujuan mulia tersebut ‘dihancurkan’ dengan cara ini akibat ulah seorang pemain,, *speechless

taylor-smiling-after-injurying-eduardo.jpg

is he smiling?

i don’t know. However, Eduardo will miss Euro 2008..

*pic from fcfootballblog.com 

Halaman Berikutnya »

Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.